6 Contoh Penyakit Hati Dalam Islam Beserta Pengertiannya dan Bahayanya

Penyakit Hati – Hati merupakan salah satu organ tubuh manusia yang paling penting. Didalam bahasa Arab kata hati dikenal dengan istilah Qalbu. Selain itu hati juga menjadi penentu sifat baik dan buruknya seseorang serta sebagai tempat bersemayamnya syaitan dan keburukan-keburukan yang dinamakan dengan penyakit hati dalam islam.

Kita tentunya sering mendengar bahwa Qalbu merupakan tempat lahirnya sebuah perasaan dalam diri manusia. Maka dari itu penting sekali sebagai umat muslim, kita harus selalu menjaga hati dan perasaan kita. Bahkan Rasulullah SAW pun semasa kecil hatinya juga dibersihkan oleh Malaikat Jibril dari berbagai kotoran.

Agar kita menjadi pribadi yang baik kita harus selalu menjaga hati kita dari segala penyakit hati yang ada. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang penyakit penyakit hati dalam islam.

pengertianpenyakit hati dalam islam

Pengertian Penyakit Hati Dalam Islam

Penyakit hati adalah gangguan atau penyakit yang berada dalam hati atau perasaan seseorang. Penyakit hati dalam islam bukanlah suatu penyakit yang berkaitan dengan kesehatan, melainkan ada kaitannya dengan akhlak seseorang. Penyakit hati ini sangat berpengaruh dalam perilaku dan perbuatan manusia sehari-hari. Mengenai penyakit hati ini telah disebutkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut:

pengertian penyakit hati dalam islam

 

“Dan adapun orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir” (Q.S At Taubah : 125)

Dalam firman tersebut dapat kita ketahui bahwa penyakit hati dalam hati seseorang dapat membawa dalam kekafiran. Hal ini tentunya tidak diinginkan oleh semua muslim pada umumnya. Oleh sebab itu sebagai orang muslim kita harus senantiasa menjaga hati kita dari berbagai hal yang dapat merusak keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Macam-macam Penyakit Hati Dalam Islam

Hati seseorang muslim diibaratkan seperti, ketika kita banyak melakukan kebaikan maka hati kita akan seperti besi yang mengkilap. Akan tetapi jika hati ini kita gunakan untuk maksiat maka hati tersebut akan seperti besi yang tertutupi dengan karat. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa banyak sekali penyakit hati dalam Islam yang perlu sekali kita hindari sebagai orang muslim, diantaranya sebagai berikut:

Riya atau Sombong

macam macam penyakit hati dalam islam

Larangan untuk berbuat sombong sudah tercantum jelas pada Al Quran. Penyakit hati yang satu ini hampir terjadi disetiap hati manusia. Bahkan lebih parahnya lagi jika orang yang memiliki penyakit sombong ini tidak menyadarinya.

Larangan  berbuat sombong ini tertera jelas dalam firman Allah SWT di bawah ini:

macam macam penyakit hati

Janganlah kalian berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan” (Q.S Al-Isra : 37)

Orang yang sombong menganggap perbuatannya selalu benar dan orang lain salah, memamerkan kehebatan, memamerkan hartanya, prestasinya, dan lainnya, hingga membuat orang lain merasakan tidak nyaman. Selama di dunia orang yang memiliki sifat sombong ini dihatinya tidak akan merasa tenang dan kelak di akhirat nanti ia akan mendapatkan siksa di neraka yang diakibatkan oleh kesombongannya itu.

Ujub atau Kagum dengan Diri Sendiri

macam macam penyakit hati dalam islam

Sebenarnya sifat ujub ini hampir sama dengan sifat sombong. Akan tetapi bedanya sifat ujub ini belum tentu bersama dengan keyakinan untuk menolak sebuah kebenaran. Disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Tiga hal yang akan membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, Hawa nafsu yang diumbar dan Kekaguman seseorang pada dirinya sendiri” (H.R Thabrani)

Penyebab seseorang melakukan perbuatan ujub ini dipicu karena beberapa hal seperti:

  • Mendapatkan banyak pujian dari orang lain.
  • Karena memiliki banyak pengetahuan.
  • Dikenal oleh banyak orang.
  • Sering mendapatkan kesuksesan.
  • Memiliki fisik dan penampilan yang bagus.
  • Mendapatkan sesuatu dengan mudah padahal orang lain susah memperolehnya.

Dari beberapa penyebab diatas jika tidak dikondisikan maka akan membuat hati kita akan mengalami penyakit hati yang bernama ujub. Salah satu cara agar terhindar dari sifat ujub ini adalah ketika kita mendapatkan segala sesuatu kebaikan maka kita harus sadari bahwa semuanya datangnya dari Allah SWT semata dan kita harus senantiasa mensyukurinya.

Kikir dan Bakhil

Sifat Kikir dan Bakhil ini kebanyakan dialami oleh orang kaya karena memiliki harta yang lebih. Akan tetapi tidak sedikit juga orang miskin yang mempunyai sifat ini. Sifat kikir muncul karena ia memiliki rasa cinta yang berlebihan terhadap semua harta yang ia miliki.

Akibatnya akan muncul banyak lagi penyakit hati yang ditimbulkan oleh sifat kikir, seperti:

  • Enggan bersedekah.
  • Tidak mau membelanjakan hartanya dijalan Allah.
  • Tidak mau berzakat dan berinfaq
  • Tidak mau membantu orang lain yang hidupnya serba kekurangan, dan lain-lain.

Orang kikir merasa segala apapun yang ia miliki adalah karena usahanya sendiri dan tidak boleh ada orang yang mengganggu bahkan meminta dari sebagian harta yang ia miliki. Bahaya dari sifat kikir ini telah disebutkan dalam Al Quran  sebagai berikut:

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” (Q.S Al Lail : 8-11)

Sebenarnya harta itu adalah titipan dari Allah SWT semata yang kapan saja bisa diambil. Akan tetapi terkadang orang suka lalai dengan banyaknya harta yang ia miliki. Maka dari itu untuk menghindari sifat ini kita harus selalu berbagi dan membelanjakan harta kita dijalan Allah dan menggunakan harta tersebut dengan seperlunya saja.

Iri dan Dengki

macam macam Agar kita menjadi pribadi yang baik kita harus selalu menjaga hati kita dari segala penyakit hati yang ada

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa makna Iri dan Dengki ialah suatu sifat yang mana merasa tidak senang dengan sesuatu yang diperoleh oleh orang lain. Selain itu juga merasa senang ketika orang lain disekitar kita sedang mengalami kesusahan. Dengan adanya sifat ini biasanya orang tersebut akan mencelakakan orang lain dengan sebuah tulisan, ucapannya dan bahkan dengan perbuatannya sekalipun

Sifat iri dan dengki ini disebutkan dalam firman Allah SWT yang artinya sebagai berikut:

macam macam penyakit hati

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian orang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu” (Q.S An Nisa : 32)

Sum’ah

Penyakit hati Sum’ah memang hampir sama dengan Riya. Sum’ah adalah memperdengarkan atau membicarakan tentang amalan amalan ibadah yang telah ia lakukan. Awalnya ibadah yang ia lakukan secara diam-diam tetapi ia akan memberitahukan kepada orang lain untuk mendapat sebuah keuntungan.

Sebagai contoh ketika ada seorang artis yang menyumbang dana ke sebuah panti asuhan, dan ia juga mengundang banyak wartawan untuk meliput kegiatan yang telah ia lakukan agar bisa dilihat oleh banyak orang. Sehingga tujuannya dalam beramal itu bukan karena Allah SWT semata, melainkan ingin mendapatkan pujian dari banyak orang atau yang lainnya.

Sifat yang satu ini telah dijelaskan dalam firman Allah sebagai berikut:

macam macam penyakit hati dalam islam

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer), kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir… ” (Q.S Al Baqarah : 264)

Panjang Angan-angan

macam macam penyakit hati dalam islam

Orang yang memiliki sifat panjang angan-angan pun berbahaya. Karena dia mengerahkan semua tenaganya seperti: waktunya, dan uangnya untuk mengejar keinginannya semua. Selain itu orang yang mempunyai sifat ini juga akan lalai dengan kewajibannya dan bahkan tidak peduli pada hal-hal yang diharamkan.

Orang seperti itu, seolah-olah sudah menganggap dirinya tak akan mati, atau matinya masih lama. Sehingga, dia tidak mempersiapkan bekalnya untuk menghadapi hari akhir kelak.

“Orang berakal adalah yang tidak panjang angan-angannya. Karena, siapa saja yang kuat angan-angannya, maka amalnya lemah. Siapa saja yang dijemput ajalnya, maka angan-angannya pun tidak ada gunanya. Orang berakal tidak akan meninggal tanpa bekal; berdebat tanpa hujah dan berbenturan tanpa kekuatan. Dengan akal, jiwa akan hidup; hati akan terang; urusan akan berjalan dan dunia akan berjalan.” (Ibn Hayyan al-Basti, Raudhatu al-‘Uqala’ wa Nuzhatu al-Fudhala’).

Leave a Comment

%d bloggers like this: