Peninggalan Sejarah Bercorak Islam di Indonesia

Peninggalan Sejarah Islam – Telah banyak diketahui bahwa ada berbagai kerajaan bercorak islam yang tersebar hampir diseluruh kawasan Nusantara bahkan sampai di pelosok sekalipun. Tak heran jika sampai saat ini banyak pula berbagai peninggalan sejarah bercorak islam di Indonesia. Akan tetapi ada beberapa peninggalan pula yang hilang karena kurangnya masyarakat dalam melestarikan peninggalan tersebut.

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

peninggalan sejarah bercorak islam

Memang kebanyakan penduduk di negara kita beragama Islam, tetapi untuk saat ini tidak sedikit yang mengetahui peninggalan Islam saat itu. Banyak para ahli berpendapat bahwa agama Islam mulai masuk ke Indonesia sekitar abad ke 13 M. Agama dan kebudayaan Islam ini dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, Gujarat (India) dan China.

Agama Islam datang ke Indonesia dan telah berkembang pesat sampai saat ini. Hal ini dilihat dari perjuangan para pedagang yang datang dalam menyebarkan ajaran islam. Walisongo adalah salah satu tokoh penyebaran ajaran Islam yang terkenal di tanah Jawa.

Agama dan kebudayaan Islam mewariskan banyak sekali peninggalan bersejarah. Beberapa peninggalan sejarah yang bercorak islam diantaranya: Masjid, Kaligrafi, Karya Sastra dan tradisi keagamaan lainnya. Agar lebih jelas berikut penjelasan tentang peninggalan sejarah bercorak islam di Indonesia beserta ciri-cirinya.

Peninggalan Dalam Bentuk Bangunan

Banyak sekali bangunan hasil peninggalan dari beberapa raja kerajaan Islam di Indonesia.Dari sekian banyak peninggalannya diantaranya adalah Masjid, Istana atau Keraton dan Makam. Agar lebih jelas berikut penjelasan beserta ciri-cirinya:

Masjid

masjid sebagai peninggalan sejarah bercorak islam
Masjid Sebagai Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

Bangunan Masjid merupakan seni arsitektur islam yang paling menonjol. Sampai sekarang masjid digunakan umat Islam sebagai tempat peribadatan. Perbedaan antara masjid zaman dulu dengan yang sekarang memang terlihat jelas. Adapun ciri-ciri dari masjid zaman dulu sebagai berikut:

  • Atapnya berbentuk tumpang, bentuk dari atap ini dibagian bawah memang besar tetapi semakin ke atas semakin mengecil atau bentuknya seperti bangunan limas. Kemudian di puncak yang paling atas terdapat mustaka. Jumlah atap tumpang tersebut biasanya ganjil, yaitu tiga atau lima.
  • Didalam masjid terdapat empat tiang utama yang berfungsi untuk menyangga atap tumpang.
  • Terdapat bangunan menara yang berfungsi untuk mengumandangkan adzan juga untuk menambah keindahan area masjid.
  • Bangunan masjid biasanya hanya terdapat di ibu kota kerajaan.
  • Disekitar komplek masjid biasanya terdapat sebuah kolam yang digunakan untuk wudhu.
  • Di pintu gerbang dilengkapi dengan gapura seperti keraton atau candi.
  • Pada bagian barat masjid juga terdapat mihrab. Dan disebelah kanan mihrab terdapat mimbar.
  • Terdapat beduk atau tabuh, biasanya sebelum adzan berkumandang dilakukan pemukulan beduk sebagai tanda memasuki waktu sholat.

Sebagai contoh masjid peninggalan Islam yang terkenal diantaranya:

  • Masjid Agung Demak, masjid ini dibangun atas perintah Walisongo dan pembangunannya pun dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Berbeda dengan masjid pada umumnya, bangunan ini tidak memiliki menara.
  • Masjid Agung Kudus, bangunan ini berdiri pada abad ke 15 M dan terletak di daerah Kudus Jawa Tengah.
  • Masjid Ampel, bangunan ini terletak di daerah Ampel Surabaya dan pendirinya adalah salah satu Walisongo yaitu Sunan Ampel.
  • Masjid Banten, bangunan ini merupakan peninggalan Kerajaan Banten yang didirikan pada abad ke 15. Bangunan ini terletak di daerah pesisir barat Pulau Jawa.
  • Masjid Raya Biturrahman, masjid ini terletak diujung utara pulau Sumatera. Bangunan ini merupakan peninggalan Kerajaan Aceh yang dibangun pada abad ke 15 M.

Makam

makam peninggalan sejarah bercorak islam
Makam Sebagai Contoh Peninggalan Islam

Bangunan ini merupakan tempat mengubur orang yang telah meninggal dunia. Nisan adalah sebuah bangunan kecil yang digunakan sebagai penanda dimakamkannya seseorang di tempat tersebut. Makam kuno peninggalan Islam biasanya terdiri atas Jirat (Kijing), Nisan dan Cungkup. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

  • Jirat (Kijing), bangunan ini terbuat dari batu atau tembok dengan ukuran yang lumayan besar dan diletakan di atas makam dengan arah utara dan selatan.
  • Nisan, adalah tonggak kecil yang ditanam di atas tanah sebagai penanda juga, dan biasanya diletakan di sebelah utara kuburan.
  • Cungkup, bangunan ini hampir menyerupai rumah dengan ukuran kecil yang didalamnya biasanya terdapat makam orang yang terhormat atau cikal bakal.

Adapun beberapa makam peninggalan islam yang masih terkenal sampai saat ini antara lain: Makam Walisongo, Makam Raja Imogiri, Makam Raja Jawa, Makam Sunan Langkat dan masih banyak lagi.

Pesantren

Pesantren merupakan pusat pendidikan agama Islam yang sampai sekarang jumlahnya semakin banyak. Didalam pesantren tersebut para santri diajari banyak sekali ilmu tentang agama adar bisa diterapkan dalam kehidupan. Para santri belajar dengan jangka waktu tertentu.

Jika sudah mampu mengamalkan ilmunya mereka dapat kembali ke daerah asalnya masing-masing untuk menyebarluaskan ilmu agama Islam kepada masyarakat. Banyak sekali pesantren di tanah Jawa yang didirikan oleh Para Walisongo semasa perjuangannya menyebarkan ajaran Islam.

Istana

bangunan peninggalan sejarah bercorak islam
Keraton Yogyakarta

Keraton atau Istana merupakan tempat tinggal dari keluarga kerajaan. Selain itu istana juga digunakan sebagai pusat pemerintahan pada waktu itu. Adanya sebuah istana ini sebenarnya karena pengaruh Hindu dan Budha.

Setelah Islam masuk kemudian dibangunlah sebuah istana dengan corak yang berbeda, yaitu dengan bernuansa Islami. Beberapa peninggalan berupa keraton atau istana yang sampai sekarang masih ada antara lain:

  • Istana Kesultanan Ternate, istana ini berada di daerah Ternate Ambon. Istana ini merupakan peninggalan Kerajaan Ternate didirikan pada abad ke 14 M.
  • Keraton Kesultanan Aceh, bangunan ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Aceh yang dibangun saat memasuki abad ke 15 M.
  • Keraton Kasultanan Mataram, istana ini dibangun oleh Kerajaan Mataram Islam pada abad ke 17 M. Dan sekarang tempat tersebut digunakan sebagai pusat pemerintahan di Yogyakarta.
  • Istana Raja Gowa, istana ini terletak di Gowa Sulawesi Selatan. Tempat ini sebenarnya peninggalan Kerajaan Gowa dan dibangun masuki abad 16 M.
  • Keraton Kasepuhan, adalah peninggalan dari Kerajaan Cirebon yang dibangun di daerah Cirebon Jawa Barat.

Seni Sastra

seni sastra peninggalan sejarah bercorak islam
Seni Sastra Peninggalan Islam

Selain peninggalan berupa bangunan, ada banyak lagi peninggalan bercorak islam di indonesia dibidang seni seperti: Seni Ukir, Seni Pahat, Seni Lukis,Seni Pertunjukan dan Seni Sastra. Untuk seni ukir dan pahat banyak dijumpai pada masjid-masjid di daerah Jepara. Untuk seni pertunjukan yang bercorak Islam berupa rebana dan beberapa tarian seperti Tarian Seudati.

Pada seni aksara terdapat beberapa tulisan berupa huruf Arab-Melayu, yaitu pada arab tidak memakai tanda baca (arab gundul). Dari banyaknya seni sastra ini ada beberapa kitab yang terkenal seperti:

  • Hikayat, merupakan sebuah karya sastra yang berisi cerita atau dongeng dan biasanya dikaitkan dengan beberapa tokoh sejarah. Beberapa peninggalan Islam yang berupa Hikayat ini antara lain: Hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat Si Miskin (Hikayat Marakarma), Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Jauhar Manikam serta masih banyak lagi.
  • Syair, Ada beberapa syair yang terkenal seperti: Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Si Dang Fakir dan Syair Si Burung Pangi.
  • Suluk, adalah sebuah kitab yang berisi tentang ajaran-ajaran Tasawuf. Adapun beberapa Suluk peninggalan Islam yang terkenal diantaranya: Suluk Wujil, Suluk Bonang, Suluk Sukarasa, Suluk Malang Sumirang dan Suluk Syarab Al Asyidin.
  • Badad,  merupakan cerita sejarah yang isinya bercampur tangan dengan hal-hal mitos dan juga beberapa kepercayaan masyarakat lainnya. Peninggalan Islam yang berupa Badad diantaranya: Badad Tanah Jawi, Badad Cirebon, Badad Gianti, Badad Demak dan Badad Sejarah Melayu.
  • Selain dari empat hal diatas, ada juga berbagai kitab-kitab peninggalan Islam seperti Kitab Manik Maya, Kitab Nitisastra, Kitab Sasana-Sanu serta Sastra Gending karya Sultan Agung.
  • Kaligrafi, merupakan seni sastra berupa tulisan arab dengan bentuk yang unik. Selain itu kaligrafi juga terdapat di makam.

Tradisi dan Upacara 

tredisi peninggalan sejarah bercorak islam
Sekaten Sebagai Tradisi Memperingati Maulid Nabi

Banyak sekali kebudayaan disekitar kita yang bercorak Islam. Sebenarnya tradisi kebudayaan tersebut sebelumnya adalah milik mereka yang menganut agama Hindu dan Budha yang kemudian disisipkan ajaran Islam. Sebagai contoh, berikut beberapa kebudayaan Islam yang sampai sekarang masih ada:

  • Ziarah, yaitu merupakan kegiatan mengunjungi makam orang-orang terdahulu. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Selain itu ada juga yang datang agar kita teringat dengan sebuah kematian sehingga dapat meningkatkan iman kita.
  • Sedekah, adalah acara keluarga dengan mengundang beberapa tetangga di sekitar. Tujuan dari acara agar beberapa orang yang datang bisa memenuhi hajat dari tuan rumah yang biasanya berdoa bersama atau syukuran. Sedekah untuk meminta sebuah permintaan ini biasanya disebut dengan hajatan.
  • Sekaten, sampai sekarang acara ini masih berjalan di beberapa daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur dan Cirebon untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Leave a Comment

%d bloggers like this: