Pengolahan Limbah B3 : Pengertian, Contoh dan Cara Pengolahannya [Lengkap]

Pengolahan Limbah B3 – Limbah adalah salah satu permasalahan yang disebabkan oleh kelalaian manusia dalam mengelola sampah. Limbah atau sering disebut dengan sampah hasil suatu produksi ini sangat tidak diinginkan kehadirannya dalam kehidupan manusia. Akibat yang ditimbulkan karena kelalaian manusia ini mengakibatkan berbagai permasalahan dalam kehidupan manusia.

Selain itu kehadiran limbah ini juga berdampak negatif dalam kehidupan terutama bagi kesehatan manusia. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah tersebut.

Pada umumnya limbah ini terbagi menjadi beberapa macam, salah satu limbah yang paling berbahaya adalah limbah B3. Apa itu yang dimaksud dengan limbah B3? Apa saja macam-macam dan karakteristik limbah tersebut? Lalu bagaimana cara menangani limbah tersebut?

Pada artikel ini penulis akan menjelaskan secara singkat dan lengkap tentang pengolahan limbah B3.

Pengertian Limbah B3

pengolahan limbah b3

Sebelum masuk dalam hal itu, apakah yang dimaksud dengan limbah? Limbah adalah salah satu buangan atau sampah yang dihasilkan dari proses produksi manusia, baik dalam industri maupun domestik. Dimana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah dihasilkan meskipun yang bersifat berbahaya sekalipun. Selain itu makna B3 dapat kita artikan dengan bahan berbahaya dan beracun.

Dengan demikian pengertian dari limbah B3 adalah suatu sampah atau buangan hasil produksi manusia yang memiliki sifat dan konsentrasinya mengandung zat berbahaya dan beracun. Sehingga secara tidak langsung dapat merusak lingkungan manusia serta dapat mengganggu kesehatan dan mengancam kelangsungan hidup manusia juga organisme lainnya

Kebanyakan limbah B3 berasal dari suatu industri atau pabrik, akan tetapi tidak sedikit limbah B3 yang juga berasal dari permukiman warga.

Macam-macam Limbah B3

Berdasarkan asalnya limbah tidak hanya berasal dari industri saja melainkan juga berasal hasil aktivitas manusia. Untuk dampak yang paling besar dan berbahaya memang limbah yang berasal dari suatu industri. Agar dapat membedakannya berikut ulasan sedikit tentang macam-macam limbah B3.

Berdasarkan dari sumbernya limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Primary Sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan menguap.
  2. Chemical Sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi.
  3. Excess Activated Sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan lumpur aktif yang mengandung banyak padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut.
  4. Digested Sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobis atau anaerobic.

Selain dari keempat klasifikasi limbah B3 ada juga limbah yang menjadi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

Limbah Industri

Jenis limbah yang berasal dari industri sangatlah mempunyai dampak negatif terbesar bagi banyak orang terutama untuk daerah disekitar tempat industri atau pabrik tersebut. Bagaimana tidak? entah dengan kelalaian atau tidak, setiap industri atau pabrik selalu membuang limbah mereka dengan sembarangan terutama pada limbah cair. Menurut karakteristiknya limbah yang berasal dari suatu industri digolongkan menjadi 3 yaitu:

  • Limbah Cair
jenis jenis limbah
Contoh Hasil Pembuanan Limbah Cair

Jenis limbah yang pertama ini juga dikenal sebagai entitas pencemaran air. Biasanya jenis limbah cair ini secara langsung dibuang ke sungai yang mengalir di sekitarnya. Limbah cari ini juga ada yang dapat langsung dinetralisir dan juga ada yang berbahaya.

Tetapi kebanyakan limbah cair hasil industri ini dibuang secara sembarangan ke sungai. Akibatnya terjadilah pencemaran air yang juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar. Terlebih untuk lahan pertanian yang tercemari oleh limbah menjadikan lahan tersebut menjadi tidak subur.

Selain mengganggu dibidang pertanian juga dapat menyebabkan berkurangnya persediaan air bersih. Contoh limbah cair dari industri ini diantaranya adalah: sisa perwarna pakaian cair, sisa pengawet cair, limbah tempe, limbah tahu, kandungan besi pada air, air sisa bekas cucian mesin produksi, serta sisa-sisa bahan kimia lainnya.

  • Limbah Padat
jenis jenis limbah
Contoh Limbah Padat

Limbah padat merupakan buangan dari hasil-hasil industri yang tidak terpakai lagi dalam bentuk padatan, lumpur maupun bubur yang berasal dari proses pengolahan ataupun sampah yang dihasilkan dalam suatu kegiatan industri. Dalam pengelolahan limbah padat ini memang susah, karena apabila dibuang di daratan maka sulit untuk diuraikan oleh tanah bahkan tidak bisa.

Sementara itu juga tidak memungkinkan untuk dibuang di sungai. Maka dari itu dalam menangani limbah yang satu ini dibutuhkan sekali ketelitian dalam pengelolahannya agar tidak menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan. Contoh limbah yang termasuk kedalamnya diantaranya: plastik, kantong, sisa pakaian, sampah bekas, kabel, bubur-bubur sisa semen, lumpur-lumpur sisa industri, dan lain-lain.

  • Limbah Gas
jenis jenis limbah
Contoh Limbah Udara

Limbah gas lebih sering dikenal dengan pencemaran udara. Jenis limbah yang satu ini juga memberikan dampak negatif yang besar bagi manusia terutama pada kesehatan. Dengan adanya limbah gas ini menyebabkan berkurangnya oksigen yang ada di bumi.

Selain itu limbah gas juga dapat menyebabkan pemanasan global yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon pada bumi. Cara menanggulangi limbah ini memang sulit terlebih dengan bentuknya yang gas. Contoh limbah yang termasuk dalam limbah gas antara lain: kebocoran gas, pembakaran yang dilakukan oleh pabrik, asap pabrik hasil produksi, dan masih banyak lagi.

Limbah Domestik

jenis jenis limbah
Hasil Limbah Domestik

Limbah domestik adalah salah satu limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Sampah tersebut ini menjadi permasalahan yang serius karena kebanyakan dalam pengelolahannya yang kurang tepat dapat menghasilkan bencana alam. Terutama didaerah perkotaan yang minim sekali lahan, sehingga mereka memilih untuk membuang limbah atau sampah tersebut ke sungai.

Contoh limbah yang termasuk dalam limbah domestik ini dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Limbah cair domestik, contoh limbah cair domestik sangatlah banyak, seperti: air bekas cucian yang mengandung deterjen, minyak, air yang terbuang saat mandi yang mengandung sabun, kotoran manusia dan masih banyak lagi.
  • Limbah padat domestik, limbah padat yang satu ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang cair. Hampir semua kegiatan rumah tangga kita menghasilkan limbah padat. Sebagai contohnya adalah: kertas, kardus, barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan, serta dedaunan atau sampah organik lainnya yang jika kita buang secara tidak tepat akan menghasilkan pencemaran lingkungan.

Metode Pengolahan Limbah B3

Untuk meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kelalaian manusia dalam mengelola limbah, sebenarnya ada beberapa metode yang baik untuk digunakan dalam menangani limbah. Diantaranya secara kimia, fisik, dan biologi. Agar lebih memahami beberapa metode pengolahan limbah, berikut penjelasannya:

1. Stabilitasi

Dalam metode ini ada penambahan suatu zat yang dicampur dengan limbah untuk meminimalkan kecepatan migrasi (perpindahan) limbah agar mengurangi toksisitas dari limbah. Selain itu ada juga suatu proses yang dinamakan dengan solidifikasi. Solidifikasi adalah suatu proses yang menggunakan bahan adiktif berdasarkan sifat fasis alami dari limbah.

Objektif stabilitasi dan solidifikasi untuk mereduksi toksitasi dan mobilitas sebaik perbaikan kriteria teknis dalam material stabilitasi. Adapun ada beberapa peran dari bahan adiktif  tersebut dalam proses stabilitasi ini, diantaranya:

  • Mampu memperbaiki cara penanganan dan karakteristik fisik pada limbah.
  • Mampu mengurangi permukaan area yang dilalui, dimana dapat memindahkan serta mengurangi kontaminan yang terjadi.
  • Membatasi kelarutan dari berbagai polutan yang ada pada limbah tersebut.
  • Selain itu juga mampu mengurangi toksisitas dari kontaminan.

2. Metode Insinerasi (pembakaran)

Metode ini dapat diterapkan pada limbah yang dapat dibakar. Namun pada saat pembakaran perlu dilakukan pengontrolan agar gas beracun yang ditimbulkan tidak terlalu berbahaya untuk kesehatan juga mencemari udara. Metode ini memiliki banyak manfaat untuk mengelola berbagai jenis sampah terutama untuk sampah kering.

Insinerasi ini sangat populer di beberapa negara seperti jepang dimana di sana lahan sangatlah langka. Selain itu untuk di Denmark dan Swedia sudah menjadi poiner dalam menggunakan panas dari insinerasi untuk menghasilkan suatu energi

3. Metode Bioremediasi

Dalam penerapan metode ini harus menggunakan bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendregadasi atau mengurai limbah B3 tersebut. Saat metode ini dilakukan, enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun, sehingga dengan mudah struktur kimia polutan tersebut, peristiwa ini biasa disebut dengan Biotransformasi.

Dalam berbagai kejadian, metode biotransformasi ini berujung pada biodegradasi, yang mana polutan beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks. Dan pada akhirnya akan menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan beracun. Dan ada juga vitoremedasi yang penggunaan tumbuhan untuk mengabsorsi dan mengakumulasi bahan beracun dari tanah.

Kedua proses ini memiliki manfaat yang besar dalam mengatasi pencemaran limbah B3. Dalam hal kekurangannya, dua proses ini merupakan suatu proses alami sehingga sangat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membersihkan limbah B3 terutama dalam sekala besar.

Persyaratan Lokasi Pengolahan Limbah B3

persyaratan lokasi untuk pengolahan limbah b3
Syarat Lokasi untuk Pengolahan Limbah B3

Agar pada saat pengolahan limbah B3 ini tidak terjadi suatu hal yang  tidak diinginkan, perlu sekali memperhatikan syarat-syarat tempat yang untuk dijadikan sebagai tempat pengolahan limbah B3 ini, diantaranya adalah:

  1. Merupakan darah yang bebas dari banjir.
  2. Jarak antara lokasi pengolahan dengan fasilitas umum minimal 50 meter agar tidak mengganggu aktivitas orang lain.
  3. Untuk jarak antara tempat pengolahan dengan permukiman, perdagangan, rumah sakit, pelayanan kesehatan lainnya serta sumber mata air atau sumur minimal memiliki jarak sekitar 300 meter, dengan tujuan agar tidak mencemari tempat-tempat tersebut.
  4. Pada jarak paling dekat yaitu 300 meter dari daerah yang dilindungi seperti: cagar alam, hutan lindung atau yang lainnya, agar tidak terjadi suatu kebakaran atau hal yang tidak diinginkan lainnya.

Hasil Pengolahan Limbah B3

Ada beberapa hasil pengolahan limbah B3 yang perlu diketahui diantaranya dengan adanya pengolahan ini telah memiliki tempat khusus pembuangan akhir limbah B3 dengan jangka waktu yang lama sekitar 30 tahun tempat pembuangan akhir habis masa pakainya atau ditutup.

Perlu juga diketahui bahwa semua proses pengolahan  limbah B3 ini harus melaporkan aktivitasnya ke KLH dengan periode triwulan (setiap 3 bulan sekali).

4 thoughts on “Pengolahan Limbah B3 : Pengertian, Contoh dan Cara Pengolahannya [Lengkap]”

  1. Mengolah sendiri limbah B3 memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, ijin pun harus didapatkan sebagai pengelola limbah B3.
    Nah, pilihan yang diambil oleh kebanyakan perusahaan adalah dengan menyimpan sementara di lokasi mereka. Lalu menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga.

Leave a Comment

%d bloggers like this: