Liburan Setelah Lebaran

Liburan

Pada artikel ini saya akan berbagi tentang pengalaman saya saat liburan setelah lebaran tahun 2017 kemarin. Sebelum lebaran kakak saya pulang dari tangerang, saat ia tidak langsung ke rumah kami di jogja, melainkan ia harus pulang kerumah mertuanya terlebih dulu yang rumahnya di Klaten. Dikarenakan ia sudah lama tidak menjenguk mertuanya yang ada di Klaten.

Tiga hari setelah hari raya lebaran, ia bersama keluarganya baru pulang ke rumah keluarga saya. Saat itu adik ipar dari kakakku juga ikut ke rumah saya. Oh iya… panggil saja adik ipar kakakku dengan nama Yeni.

Alasan mbak yeni ikut ke jogja karena ia ingin sekali pergi ke suatu tempat wisata yang terkenal di jogja yaitu Pantai Parangtritis, karena sebelumnya ia sama sekali belum pernah pergi ke sana. Saat liburan tersebut selain di pantai parangtritis kami juga pergi ke beberapa tempat wisata yang populer di jogja, diantaranya wisata watu goyang, kebun buah mangunan dan hutan pinus dlingo.

Pantai parangtritis

Singkat cerita pada pagi itu setelah sholat subuh saya langsung diajak untuk pergi ke pantai parangtritis. Saat itu cukup banyak yang ikut pergi ke pantai parangtritis, antaranya adalah keluarga kakak saya, adik ipar kakak saya, ibu saya, tak lupa juga keluarga kakak saya yang lain, dan beberapa keponakan saya serta saya juga.

Selesai kami langsung bersiap-siap untuk pergi ke pantai. Dalam perjalanan udara saat itu terasa sangat dingin sekali. Selain itu kami juga sempat berhenti di sebuah SPBU sebentar untuk mengisi bahan bakar. Sesampainya disana kami sudah tidak bisa menikmati sunrise di pantai, akan tetapi kami masih bisa menikmati segarnya udara pantai di sana.

Selain itu disana juga sudah terlalu banyak sekali para wisatawan lokal dan dari luar. Sampai disana kami sempat bermain air pantai dengan puas tetapi ada batas untuk bermain air di pantai. Saat bermain salah satu keponakan saya terkena ombak pantai dan akhirnya pakaiannya basah semua.

Sembari menikmati indahnya pantai kami juga membeli makanan kecil untuk sarapan pagi kita. Di pantai parangtritis juga ada tempat yang disediakan untuk berfoto secara gratis. Disana para pengunjung juga bisa menikmati rasanya naik kendaraan tradisional yaitu andong untuk menyusuri sepanjang pantai parangtritis.

Selesai bermain air kami langsung diajak oleh kakak saya untuk berfoto-foto di tempat yang sudah disediakan di sana secara gratis. Saat itu mbak yeni merasa puas dan senang sekali bisa pergi ke pantai parangtritis. Selesai berfoto-foto kakakku bersama keponakannya menaiki kendaraan ATV yang disediakan juga di sana.

Setelah semua puas bermain dan berfoto kami lalu mencari tempat makan untuk sarapan disana. Sembari makan kakak saya lalu mengajak untuk pergi ke tempat wisata lagi. Saat itu kami berencana untuk pergi ke beberapa tempat yang berada disekitar kebun buah mangunan.

Selesai sarapan kami pun bergegas pulang terlebih dahulu sebelum melanjutkan liburan kami. Sampai dirumah kami langsung mandi dan siap-siap. Awalnya saya ingin mengajak semua orang tua saya juga untuk ikut pergi, tetapi dengan alasan ayah saya saat diajak tidak mau untuk diajak liburan.

Akhirnya saya bersama dengan dua keluarga kakak saya dan juga mbak yeni pergi ke wisata di daerah pegunungan tersebut. Sepanjang perjalanan hampir disetiap lampu merah selalu terjadi macet yang lumayan panjang. Karena saat itu masih berada pada puncak lebaran.

Dalam perjalanan tersebut salah satu kakak saya hampir tersesat karena sebelumnya ia belum pernah ke kebun buah mangunan. Saat itu seharusnya kami belok ke kanan tetapi ia malah mengambil jalan lurus. Saya pun yang ada di belakangnya langsung menyusul kakak saya dan kami langsung berbalik arah menuju kebun buah mangunan.

Sepanjang jalan menuju kebun buah mangunan yang jalannya tersebut sangatlah naik, disana banyak sekali kendaraan roda empat yang berhenti. Kemacetannya pun dari sebelum jalan tersebut naik sampai puncak pegunungan. Dengan kondisi cuaca yang saat itu sangat panas sekali dengan ditambah kemacetan di jalan pegunungan, membuat kami harus bersabar.

Perlahan demi perlahan kami pun mendahului satu persatu mobil yang mengalami macet di sana. Saat mendahului mobil, saya hampir terkena kendaraan dari arah yang berlawanan. Saat itu juga saya lebih berhati-hati dan berwaspada lagi.

Jalan menuju tempat wisata tersebut menurut saya lumayan manantang dan ekstrem. Karena jalannya banyak sekali tikungan tajam dan berada pada posisi naik. Terlebih lagi saat itu pada masa liburan yang dimana banyak sekali para wisatawan yang ingin menikmati berbagai tempat wisata.

Wisata watu goyang

Ketika hampir tiba di kebun buah mangunan, kami melihat salah satu tempat wisata yang namanya cukup aneh yaitu watu goyang. Menurut saya tempat tersebut belum lama diresmikan. Karena saat saya terakhir pergi di daerah kebun buah mangunan saya belum pernah melihat tempat wisata tersebut.

Kemudian karena jalan yang padat kami memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke wisata watu goyang tersebut. Untuk masuk di area tersebut kami harus dikenakan tarif yang murah yaitu Rp.5000 per orang. Disana juga terdapat sebuah taman yang cukup indah.

Asal usul tempat tersebut dinamakan watu goyang adalah karena ada sebuah batu yang apabila didorong oleh satu orang saja maka batu tersebut akan bergerak. Padahal batu tersebut sangatlah besar dan pastinya berat sekali. Selain itu di sana juga ada spot untuk berfoto yaitu seperti helikopter.

Spot tersebut sangat terkenal dikalangan anak muda sekarang. Saat berfoto di sana kita juga bisa melihat hamparan pemandangan kota jogja dari ketinggian. Selain helikopter masih ada banyak lagi spot yang bagus untuk berfoto disana.

Sampai di sana kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah sambil menikmati pemandangan di atas pegunungan. Tak lupa kami juga berfoto-foto di sana. Setelah cukup lumayan lama di sana, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke kebun buah mangunan.

Lanjut ke kebun buah mangunan

Dalam perjalanan ke sana kami sempat berhenti lumayan lama. Karena saat itu disamping kemacetan yang panjang di sana juga ada salah satu rumah warga acara orang meninggal. Saat itu kami sempat tidak bisa bergerak karena banyaknya kendaraan melintas.

Setelah sekian lama mengalami kemacetan di pegunungan, akhirnya kami bisa sampai di kebun buah mangunan. Untuk masuk di kawasan tersebut kami hanya dikenakan tarif Rp.5000 per orang saja. Setelah membayar kami langsung menuju salah satu spot yang ada di sana.

 

Disana terdapat sebuah gardu pandang yang dimana kita bisa menikmati keindahan berbagai pegunungan yang terbelah oleh satu sungai yang bernama sungai oya. Saat masih pagi buta di sana terkenal dengan sebutan negeri di atas awan. Karena saat pagi kita bisa menikmati sunrise yang ditemani dengan kabut sejauh mata memandang.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: