Sejarah Lengkap Kerajaan Samudera Pasai dan Peninggalannya

Kerajaan Samudera Pasai – Pernahkah kalian mendengar kerajaan samudera pasai? jika belum tenang saja, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sejarah Kerajaan Samudera Pasai secara singkat dan jelas. Agar mempersingkat waktu berikut penjelasan tentang sejarah Kerajaan Samudera Pasai secara singkat.

sejarah kerajaan samudera pasai
Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai ini biasanya lebih dikenal dengan Kesultanan Pasai atau Samudera Darussalam. Kerajaan Islam tertua ini merupakan kerajaan pertama sekaligus yang tertua dalam sejarah Islam. Selain itu kerajaan tersebut terletak di daerah pesisir pantai sebelah utara Pulau Sumatera yang lebih tepatnya lagi berada diantara kota Lhokseumawe dengan Aceh Utara (sekarang bernama Geudong).

Kerajaan ini dibangun setelah terjadi runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, tepatnya dibangun sekitar abad ke 13 M. Selain itu Kerajaan Samudera Pasai juga didirikan oleh yang bernama Sultan Malik As-Shaleh yang sebelum memeluk Islam lebih dikenal dengan nama Meurah Silu.

Adanya berita tentang Kerajaan Samudera Pasai ini ditemukan oleh seorang sejarawan dari maroko yang bernama Ibnu Butatah saat ia berlayar dan kemudian ia berkunjung ke Kerajaan Samudera Pasai pada tahun 1345 – 1346. Kemudian Ibnu Butatah menyebutnya dengan “Sumutrah” atau ejaannya untuk nama Samudera yang sekarang berubah menjadi Sumatera.

Ketika sampai di pelabuhan Pasai, Ibnu Butatah lalu dijemput oleh laksamana muda dari Pasai yang bernama Bohruz. Kemudian laksamana tersebut memberitakan kedatangan Butatah kepada raja. Tak lama kemudian Butatah diundang oleh sang raja untuk bertemu dengan Sultan Muhammad (cucu Malik As-Shaleh). Kemudian Butatah pun singgah sebentar di Samudra Pasai.

Pernah diberitakan bahwa Sultan Pasai ini melakukan hubungan dengan Sultan Mahmud di Delhi dan juga Kesultanan Usmani Ottoman. Selain itu juga diberitakan pula bahwa ada pegawai kerajaan yang berasal dari Isfahan (Kerajaan Safawi) yang datang ke Istana Pasai untuk mengabdi. Oleh sebab itu, karya sastra yang berasal dari Persia begitu sangat populer di Kerajaan Samudera Pasai. Tak heran jika sastra Persia sangat berpengaruh terhadap kesusastraan di Melayu pada saat itu.

Menurut catatan dari Butatah, Islam telah hadir sejak satu abad yang lalu tepatnya sekitar abad ke 12 M. Setelah selama setahun berada di Pasai, kemudian Butatah melanjutkan pelayarannya ke China. Dan akhirnya pada tahun 1347 Butatah kembali lagi ke Samudera Pasai.

Tak lama kemudian masa pemerintahan Sultan Malik As-Shaleh pun digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik Az-Zahir. Pada masa pemerintahannya, koin emas digunakan sebagai mata uang di Kerajaan Samudera Pasai. Seiring dengan perkembangan zaman, Pasai menjadi salah satu tempat untuk berdagang dan sekaligus untuk pengembangan dakwah Islam.

Kemudian pada tahun 1326 Sultan Muhammad Malik Az-Zahir pun meninggal dan kemudian pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai di pimpin oleh putranya yang bernama Sultan Mahmud Malik Az-Zahir dan ia hanya memerintah sampai tahun 1345 saja. Selanjutnya pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik Az-Zahir (putra dari Sultan Mahmud Malik Az-Zahri) Kerajaan Samudera Pasai diserang oleh pasukan dari Kerajaan Majapahit antara tahun 1345 dan 1350. Dalam serangan itu membuat Sultan Pasai harus melarikan diri dari ibukota kerajaan.

Pada tahun 1383 Kerajaan Pasai mulai bangkit lagi dibawah pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin dan ia hanya memimpin sampai tahun 1405 saja. Kemudian dalam catatan sejarah ia pun tewas dibunuh oleh Raja Nakur. Dan akhirnya Kerajaan Samudera Pasai dilanjutkan oleh istrinya yang bernama Sultanah Narasiyah.

Kemudian pada tahun 1405, 1408 dan 1412 Kerajaan Samudera Pasai kedatangan armada Cheng Ho yang memimpin sekitar 208 kapal. Menurut catatan Cheng Ho, Kerajaan Samudera Pasai ini memiliki batas wilayah pegunungan tinggi disebelah selatan dan timur. Sementara itu disebelah barat dan utara memiliki berbatasan dengan dua kerajaan, yaitu Nakur dan Lide. Dalam kunjungannya tersebut Cheng Ho juga memberikan hadiah dari Kaisar China yang berupa Lonceng Cakra Donya.

Menjelang akhir pemerintahan Kesultanan Pasai, terjadi beberapa pertikaian yang berujung dengan perang saudara. Sulalatus Salatin menceritakan bahwa Sultan Pasai meminta bantuan kepada Sultan Malaka untuk menghentikan pertikaian tersebut.

serangan portugis pada kerajaan samudera pasai
Ilustrasi Serangan Portugis Terhadap Kerajaan Samudera Pasai

Kemudian pada abad ke 16, bangsa Portugis berhasil masuk didaerah Selat Malaka dan berhasil menguasai Kerajaan Samudera Pasai pada tahun 1521 sampai 1541. Selanjutnya wilayah Kerajaan Samudera Pasai direbut kembali oleh Kerajaan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam. Dimana waktu itu Kerajaan Aceh dipimpin oleh Raja Sultan Ali Mughayat.

Raja-raja Kerajaan Samudera Pasai

raja kerajaan samudera pasai
Sultan Malik al-Saleh

Dalam masa pemerintahan di Kerajaan Samudera Pasai ada beberapa nama-nama raja yang pernah memimpin disana dan ada berbagai peristiwa yang terjadi dimasa kepemimpinannya tersebut. Berikut daftar nama raja dan berbagai peristiwa penting semasa pemerintahannya:

NoPeriodeNama Sultan atau GelarCatatan dan peristiwa penting
11267 – 1297Sultan Malik al-Saleh (Meurah Silu)Pendiri Samudra Pasai
21297 – 1326Sultan Al-Malik azh-Zhahir I / Muhammad IMenjadikan koin emas sebagai mata uang
31326 – 133?Sultan Ahmad IPenyerangan ke Kerajaan Karang Baru, Tamiang
4133? – 1349Sultan Al-Malik azh-Zhahir IIDikunjungi Ibnu Batutah
51349 – 1406Sultan Zainal Abidin IDiserang Majapahit
61406 – 1428Ratu NahrasyiyahMasa kejayaan Samudra Pasai
71428 – 1438Sultan Zainal Abidin II
81438 – 1462Sultan Shalahuddin
91462 – 1464Sultan Ahmad II
101464 – 1466Sultan Abu Zaid Ahmad III
111466 – 1466Sultan Ahmad IV
121466 – 1468Sultan Mahmud
131468 – 1474Sultan Zainal Abidin IIIDigulingkan oleh saudaranya
141474 – 1495Sultan Muhammad Syah II
151495 – 1495Sultan Al-Kamil
161495 – 1506Sultan Adlullah
171506 – 1507Sultan Muhammad Syah IIIMemiliki 2 makam
181507 – 1509Sultan Abdullah
191509 – 1514Sultan Ahmad VMalaka jatuh ke tangan Portugis
201514 – 1517Sultan Zainal Abidin IV

Kehidupan di Kerajaan Samudera Pasai

kehidupan kerajaan samudera pasai
Kehidupan di Kerajaan Samudera Pasai

Dari segi kehidupan di Kerajaan Samudera Pasai ada beberapa aspeh kehidupan yang terjadi disana, diantaranya:

Kehidupan Politik

Tercatat dalam sejarah bahwa Samudera Pasai berkembang pesat menjadi pusat perdagangan dan pusat studi  silam di daerah Selat Malaka. Banyak sekali pedagang dari luar daerah yang datang ke Samudera Pasai, diantaranya ada yang datang dari India, Benggala, Gujarat, Arab, China serta daerah lainnya.

Setelah semakin kuat dengan pertahanannya, Samudera Pasai kemudian meluaskan wilayah kekuasaannya ke daerah pedalaman, seperti: Tamiang, Balek Bimba, Samerlangga, Beruana, Simpag, Buloh Telang, Benua, Samudera, Perlak, Hambu Aer, Rama Candhi, Tukas, Pekan, dan Pasai. Dengan perluasan wilayah tersebut bertujuan Islamisasi di daerah pedalaman.

Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi masyarakat di Kerajaan Samudera Pasai ini bersumber dari perdagangan dan pelayaran. Hal tersebut disebabkan karena Kerajaan Samudera Pasai berada di dekat Selat Malaka yang menjadi jalur utama pelayaran dunia saat ini. Samudera Pasai memanfaatkan Selat Malaka untuk menghubungkan berbagai pedagang yang berasal dari Arab, India dan China.

Selain itu Samudera Pasai juga menyiapkan beberapa bandar-bandar dagang yang digunakan untuk menambah perbekalan dalam berlayar selanjutnya, mengumpulkan berang dagangan untuk dijual ke luar negeri, mengurus masalah perkapalan dan menyimpan barang-barang perdagangan sebelum diantar ke beberapa tempat di wilayah nusantara.

Kehidupan Sosial dan Budaya

Selain hanya berdagang, para pendatang juga ada yang menetap sementara waktu di daerah Pasai. Sehingga para pedagang dari berbagai negara pun saling bergaul dan juga menyebarkan berbagai budaya dari daerah mereka masing-masing. Dengan demikian budaya masyarakat Kerajaan Samudera Pasai semakin banyak dan banyak lahir karya-karya sastra disana yang bernuansa Islam

Corak arsitektur yang terdapat di Sumatera sendiri pun kebanyakan juga bernuansa Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya pahatan-pahatan yang terdapat di batu nisan makam Raja-raja Kerajaan Samudera Pasai.

selain itu banyak juga karya-karya sastra dan buku-buku Islam yang dikarang oleh para ilmuan-ilmuan Pasai. Contohnya seperti Hikayat Raja-raja Pasai, Sulalatus Shalatin dan masih banyak lagi.

Kejayaan Kerajaan Samudera Pasai

Tepatnya pada tahun 1383 sampai tahun 1405 Kerajaan Samudera Pasai mulai bangkit dibawah pimpinan Sultan Zain Al-Abidin Az-Zahir. Selain itu menurut catatan dari negeri China dalam bentuk kronik China Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir dikenal dengan nama cina Tsai-nu-li-a-pi-ting-kiKemudian masa pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir berakhir dan saat itu kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Janda Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir yaitu Sultanah Nahrasiyah, ia juga bisa disebut dengan raja perempuan pertama di Kerajaan Samudera Pasai.

Dibawah kepemimpinan Sultanah Nahrasiyah, Kerajaan Samudera Pasai berada dimasa kejayaannya. Pada saat itu ia pernah didatangi seorang Laksamana Laut Cheng Ho. Armada Cheng Ho berkunjung berkali-kali ke Kerajaan Samudera Pasai antaranya tahun 1405, 1408 dan 1412.

Selain itu juga banyak terdapat kemajuan yang besar dalam berbagai bidang diantaranya:

  • Perdagangan
  • Pelayaran
  • Perekonomian
  • Hubungan Internasional

Runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai ini menjadi runtuh karena disebabkan oleh beberapa faktor Internal dan Eksternal. Runtuhnya kerajaan tersebut berawal dengan adanya peperangan antar saudara di kerajaan tersebut. Dalam peperangan tersebut terjadi sebuah perebutan kekuasaan dan jabatan dalam kerajaan, hingga akhirnya peperangan tersebut tidak bisa dihindari.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1521 Kerajaan Samudera Pasai diserang oleh bangsa Portugis. Dan saat itu menjadi sebab runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai dari faktor eksternal. Akan tetapi bibit-bibit kejayaan kerajaan tersebut masih ada tahun 1524 Kerajaan Samudera Pasai kerena menjadi bagian dari Kesultanan Aceh.

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai

Dari beberapa raja yang pernah memerintah di Kerajaan Samudera Pasai tentunya pasti ada beberapa peninggalan yang paling berharga saat itu. Berikut beberapa peninggalan sejarah dari Kerajaan Samudera Pasai:

  • Lonceng Cakra Donya, lonceng tersebut terbuat dari besi yang berbentuk seperti stupa dan dibuat oleh China pada tahun 1409 M. Pada bagian lonceng terdapat beberapa ukiran aksara Arab dan China yang sangat indah. Lonceng tersebut  diberikan oleh kaisar China ke raja Samudera Pasai pada waktu itu.
peninggalan kerajaan samudera pasai
Lonceng Cakra Donya
  • Koin Dirham, koin ini digunakan sebagai mata uang Kerajaan Samudera Pasai. Selain itu koin tersebut juga terbuat dari beberapa campuran antara emas, perak dan tembaga. Disalah satu dari koin tersebut terdapat aksara Arab yang bertuliskan Muhammad Malik Az-Zahir dan di sisi lainnya bertuliskan Al-Sultan Al-Adil.
koin peninggalan kerajaan samudera pasai
Koin Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai
  • Naskah Surat Sultan Zainal Abidin, surat ini ditulis oleh Sultan Zainal Abidin dan diberikan kepada Kapten Moran sebelum ia meninggal. Surat tersebut ditulis pada tahun 1518 M dengan menggunakan aksara Arab. Naskah surat tersebut berisi tentang keadaan Samudera Pasai pada abad ke 16 M, tepatnya saat Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511 M.
surat peninggalan kerajaan samudera pasai
Surat yang ditulis oleh Sultan Zainal Abidin
  • Makam Raja Pasai, para raja-raja Kerajaan Pasai juga termasuk dalam salah satu peninggalan yang paling bersejarah. Untuk saat ini makam tersebut dijadikan sebagai tempat wisata religi. Makam tersebut terletak disekitar komplek makam raja Samudera Pasai, di desa Beuringin, kecamatan Samudera.
makam raja kerajaan samudera pasai
Makam Raja Samudera Pasai

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: