10+ Contoh Surat Perjanjian Beserta Jenis, Fungsi dan Syarat Membuatnya

Contoh Surat Perjanjian – Sebelum masuk ke pembahasan utama, ada beberapa hal yang harus kalian ketahui tentang surat perjanjian. Ketika dua orang atau 2 instansi melakukan kesepakatan, biasanya akan diperlukan sebuah perjanjian atau jaminan untuk kepastian. Dengan adanya surat perjanjian tersebut memiliki tujuan agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

Sebuah perjanjian bisa saja terjadi secara lisan dan tertulis. Namun, perjanjian secara lisan memanglah terlihat sangat lemah dimata hukum, sehingga apabila terjadi sebuah sengketa di kemudian hari maka salah satu pihak tersebut akan sulit mencari bukti kebenarannya jika sampai ke pengadilan.

Dalam surat perjanjian tersebut berisi beberapa kesepakatan dalam hak dan kewajiban dari kedua belah pihak yang saling mengikatkan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Selain itu dalam sebuah perjanjian juga harus melibatkan orang lain sebagai sanksi yang berfungsi untuk memperkuat sebuah perjanjian tersebut.

Pada kesempatan sebelumnya kita telah mempelajari tentang cara penulisan daftar pustaka, nah untuk kali ini kita akan membahas lebih jauh lagi mengenai surat perjanjian dengan lengkap dan detail. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Jenis surat perjanjian

Seperti yang sudah diketahui bahwa jenis surat perjanjian memang terdapat banyak sekali, akan tetapi berdasarkan klasifikasinya, surat perjanjian dibagi menjadi 2 jenis, diantaranya:

  1. Perjanjian Autentik, yaitu sebuah perjanjian yang disaksikan oleh pejabat pemerintahan.
  2. Perjanjian di bawah tangan, yakni sebuah perjanjian yang tidak disaksikan oleh pejabat pemerintahan.

Namun kedua perjanjian tersebut dianggap sah dimata hukum selama syarat-syarat dalam membuat perjanjian tersebut terpenuhi. Selain itu perjanjian tersebut juga sah dan berlaku meskipun tidak dibuat dan disaksikan oleh pejabat pemerintahan.

Syarat membuat surat perjanjian

syarat membuat surat perjanjian
Syarat membuat surat perjanjian

Agar dalam surat perjanjian tersebut benar, bagus dan lebih kuat, maka harus memperhatikan beberapa poin dalam pembuatannya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Penulisan identitas dari kedua belah pihak harus jelas, lengkap dan tidak boleh salah.
  2. Pada surat perjanjian harus diawali dengan pembukaan.
  3. Penulisan isi pada surat perjanjian harus berisi syarat, hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang menandatangani.
  4. Dalam surat perjanjian tersebut harus disertakan waktu, seperti: tanggal, bualan dan tahun masa berlakunya perjanjian tersebut.
  5. Apabila suatu hari terjadi sebuah sengketa, harus disebutkan waktu masa berlakunya surat perjanjian tersebut.
  6. Dalam surat perjanjian juga harus ada orang yang akan menanggung biaya.
  7. Pada akhir surat perjanjian lebih baik disertai dengan penutup.
  8. Pada surat perjanjian harus terdapat materai.
  9. Surat perjanjian tersebut dibuat tanpa adanya paksaan dari salah satu pihak maupun keduanya.
  10. Dibagian akhir surat harus ada tanda tangan dari semua pihak termasuk para sanksi.
  11. Kedua belah pihak harus berada dalam keadaan sadar rohaninya.
  12. Pada isi surat tersebut tidak boleh bermakna ganda atau ambigu.
  13. Isi dari surat perjanjian tidak boleh melanggar norma yang berlaku di masyarakat.

Fungsi dan manfaat adanya surat perjanjian

Dengan adanya surat perjanjian yang telah disepakati oleh beberapa pihak, terdapat beberapa fungsi atau manfaat yang dirasakan, seperti:

  • Dengan adanya surat perjanjian tersebut akan memberikan rasa aman kepada kedua belah pihak yang bersangkutan.
  • Kedua belah pihak akan mengetahui hak dan kewajiban serta tindakan yang dilarang selama perjanjian tersebut berjalan.
  • Akan meminimalisir terjadinya sebuah sengketa atau perselisihan di kemudian hari.
  • Dengan kesepakatan yang telah dibuat, maka tidak akan ada pihak yang dirugikan ketika terjadi sebuah perselisihan.
  • Surat perjanjian tersebut juga akan digunakan sebagai bahan penyelesaian sebuah masalah yang mungkin terjadi.

Baca juga : Contoh surat penawaran dengan penulisan yang benar

Macam-macam surat perjanjian 

Terdapat banyak sekali macam-macam surat perjanjian yang sering kita jumpai seperti:

  • Surat perjanjian kontrak rumah
  • Surat perjanjian sewa mobil.
  • Surat perjanjian kerja sama.
  • Surat perjanjian kerja.
  • Surat perjanjian tentang hutang.
  • dan lain-lain.

Nah…bagi kalian yang belum tahu tentang contoh surat perjanjian, berikut format penulisan surat perjanjian yang sering kita temui.

Contoh surat perjanjian kontrak rumah

macam-macam surat perjanjian
Surat Perjanjian Sewa Rumah

SURAT PERJANJIAN KONTRAK RUMAH

Pada hari ini Selasa, 21 Agustus 2016 yang bertanda tangan dibawah ini kami :

1. Bp Restiyanto, selaku pemilik rumah kontrakan di Desa Diro RT 02 RW XI Pendowoharjo, Sewon, Bantul yang bertempat tinggal di Jl. Gondomanan RT 02 RW IX, Yogyakarta.

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (Pemilik Rumah)

2. Bp Hardikusuma, pengotrak rumah Desa Diro RT 02 RW XI Pendowoharjo, Sewon, Bantul yang bertempat tinggal di Desa Citran RT 02 RW XI Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (Yang Mengontrak)

PASAL 1

Pihak pertama memberikan ijin kepada pihak kedua untuk menempati rumah Desa Diro RT 02 RW XI Pendowoharjo, Sewon, Bantul dengan perlengkapan sebagai berikut:

  1. ………………………………………………………………………..
  2. ………………………………………………………………………..
  3. ………………………………………………………………………..
  4. ………………………………………………………………………..
  5. ………………………………………………………………………..

Selama masa kontrak, berlaku 2 (Dua) tahun, mulai dari hari Rabu tanggal 22 Agustus 2016 sampai dengan 22 Desember 2016. Dengan biaya kontrak Rp. 5.000.000,- / tahun. Dan sudah dibayar Rp. 5.000.000,-. Sisa akan diangsur selama bulan pertama masa kontrak berakhir.

PASAL 2

Semua biaya penggunaan listrik, selama di kontrakan kepada pihak kedua, akan menjadi tanggung jawab pihak kedua termasuk barang yang di titipkan (isi rumah/perabotan rumah)

PASAL 3

Pihak kedua tidak diperkenankan melakukan subkontrak sewa rumah Desa Diro RT 02 RW XI Pendowoharjo, Sewon, Bantul kepada pihak lain.

PASAL 4

Pihak kedua sepakat untuk menjaga kebersihan dan memelihara rumah secara wajar.

PASAL 5

Segala perselisihan yang timbul akibat perjanjian ini akan diselesaikan oleh kedua belah pihak secara musyawarah.

Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan ditetapkan kemudian hari secara musyawarah dan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Demikian surat perjanjian kontrak rumah Desa Diro RT 02 RW XI Pendowoharjo, Sewon, Bantul ini disetujui pada hari Selasa, 21 Agustus 2016 dan surat perjanjian ini rangkap 2 (dua) serta mempunyai kekuatan hukum yang sah.

Yogyakarta, 21 Agustus 2016

Pihak Pertama                                                                                                                             Pihak Kedua

 

 

(Bp Restiyanto)                                                                                                                  (Bp Hardikusuma)

 

Sanksi I                                                                                                                                     Sanksi II

 

 

(Bp Yanto)                                                                                                                                (Bp Ahmad)

 

Baca juga: Cara membuat NPWP dengan mudah dan cepat

Contoh surat perjanjian sewa mobil

contoh surat perjanjian sewa mobil
Contoh Surat perjanjian Sewa Mobil

 

SURAT PERJANJIAN SEWA MOBIL
Pada hari ini Selasa, 15 April 2014, yang  bertanda  tangan  di bawah ini:
Nama             : Subarjo
Pekerjaan       : Wiraswasta
Jabatan          : Pemilik Toko
Alamat           : Jl. Kusumanegara no.23 Semarang
Nomor KTP    : 3610361036483624
Telp.               : 0823 4332 1672
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas:
Nama perusahaan  : CV “Sido Makmur”
NPWP                    : 32.723.936.6.442.848
Alamat                   : Jl. Mangkubumi no.34 Semarang
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
Nama            : Muhammad Rizal S.Pd
Pekerjaan      : PNS
Alamat          : Jl. Anggrek no.01 Jepara
Nomor KTP   : 3023762393742
Telp.              : 0852 7638 7237
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Kedua  belah pihak dengan ini menerangkan bahwa  pihak kedua selaku pemilik sah dan telah  setuju  untuk  menyewakan  kepada pihak pertama, dan pihak  pertama telah setuju untuk menyewa dari  pihak kedua  berupa:
1.    Jenis kendaraan      : Mobil
2.    Merek/Type            : Avanza
3.    Tahun pembuatan   : 2004
4.    Nomor Polisi           : H 6283 RT
5.    Nomor rangka        : 872382
6.    Nomor mesin          : 826342
7.    Warna                     : Hitam
8.    Kondisi barang       : Sangat Baik
Untuk selanjutnya disebut KENDARAAN.
Selanjutnya kedua belah pihak bersepakat bahwa perjanjian sewa-menyewa kendaraan antara pihak  kedua dan pihak pertama ini berlaku sejak tanggal penandatanganan surat perjanjian ini dimana syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan dalam surat perjanjian ini diatur dalam 12 (dua belas) pasal, sebagai berikut:
PASAL 1
MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN SEWA
Ayat 1
Sewa-menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu 30 (tiga puluh) hari, terhitung sejak tanggal (15 April 2014) dan berakhir pada tanggal (15 Mei 2014).
Ayat 2
Setelah jangka waktu tersebut lampau, maka sewa-menyewa ini dapat diperpanjang untuk jangka  waktu dan dengan syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan yang akan ditentukan dalam Surat Perjanjian tersendiri.
PASAL 2
HARGA SEWA
Ayat 1
Harga sewa atas kendaraan untuk seluruh jangka waktu sewa berjumlah Rp.6.000.000,00 (Enam Juta Rupiah) yang keseluruhannya akan dibayarkan pihak pertama secara sekaligus bersamaan  dengan penandatanganan Surat Perjanjian ini.
Ayat 2
Surat Perjanjian ini berlaku sebagai tanda bukti pelunasan yang sah dari sejumlah uang sewa kendaraan dimaksud.
PASAL 3
KETENTUAN-KETENTUAN KHUSUS
Ayat 1
Sebelum jangka waktu sewa-menyewa seperti yang tertulis pada pasal 1 ayat (1) Surat Perjanjian ini berakhir, pihak  kedua sama sekali tidak dibenarkan meminta pihak pertama untuk mengakhiri jangka waktu kontrak atau pun menyerahkan kembali kendaraan tersebut kepada pihak kedua, kecuali terdapat kesepakatan di antara kedua belah pihak.
Ayat 2
Pihak kedua untuk persewaan ini tidak diperbolehkan untuk memungut uang sewa tambahan lagi dari pihak pertama dengan alasan atau dalih apa pun juga.
PASAL 4
PENYERAHAN KENDARAAN
Pihak kedua menyerahkan kendaraan kepada pihak pertama setelah ditandatanganinya Surat Perjanjian ini berikut Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari kendaraan yang dimaksud.
PASAL 5
HAK DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK PERTAMA
Ayat 1
Pihak pertama berhak sepenuhnya untuk menggunakan KENDARAAN yang disewanya dengan Perjanjian ini.
Ayat 2
Mengingat kendaraan telah dipegang oleh pihak pertama sebagai penyewa, karenanya  pihak pertama bertanggung jawab penuh untuk merawat dan menjaga keutuhan serta kebaikan kondisi kendaraan tersebut sebaik-baiknya atas biaya pihak pertama sendiri.
Ayat 3
Apabila perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, pihak pertama wajib menyerahkan kembali kendaraan tersebut kepada pihak kedua dalam keadaan  jalan, terawat baik dan kondisinya lengkap seperti ketika pihak pertama menerimanya dari pihak kedua.
PASAL 6
LARANGAN-LARANGAN
Ayat 1
Status kepemilikan kendaraan tersebut di atas sepenuhnya ada di tangan pihak kedua hingga pihak pertama dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk memindah tangankan kepemilikannya, seperti menjual, menggadaikan, memindah tangankan atau melakukan perbuatan-perbuatan lain yang bertujuan untuk memindah tangankan kepemilikannya.
Ayat 2
Pelanggaran pihak pertama atas ayat (1) merupakan tindak pidana sesuai Pasal 372 Kitab
PASAL 7
KERUSAKAN DAN KEHILANGAN
Ayat 1
Apabila terjadi kerusakan pada kendaraan, pihak pertama diharuskan memperbaiki atau mengeluarkan ongkos biaya atas kerusakan tersebut sehubungan dengan pemakaiannya.
Ayat 2
Pihak pertama diwajibkan mengganti onderdil (spare part) kendaraan yang rusak akibat pemakaian yang menyebabkan spare part tersebut tidak dapat digunakan lagi dengan spare part yang sama.
Ayat 3
Pihak pertama dibebaskan dari segel ganti rugi atau tuntutan dari pihak kedua akibat kerusakan pada kendaraan yang diakibatkan oleh force majeure yang dimaksud dengan force majeure adalah :
1. bencana  alam, seperti  banjir,  gempa  bumi, tanah longsor, petir, angin topan serta kebakaran  yang  disebabkan  oleh  faktor ekstern yang  mengganggu kelangsungan perjanjian ini
2. huru-hara, kerusuhan, pemberontakan, dan perang.
Ayat 4
Apabila terjadi kehilangan karena kelalaian pihak pertama sendiri, maka pihak pertama diharuskan untuk mengganti dengan kendaraan sejenis dengan tahun pembuatan dan kondisi sesuai atau sebanding dengan kendaraan yang disewanya.
PASAL 8
PEMBATALAN
Ayat 1
Apabila pihak pertama melakukan pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka pihak kedua berhak untuk minta perjanjian ini dibatalkan.
Ayat 2
Pihak kedua diharuskan memberitahukan pembatalan tersebut secara tertulis kepada pihak pertama dan pihak pertama diwajibkan menyerahkan kembali kendaraan yang disewanya selambat-lambatnya 1 (Satu) hari setelah perjanjian ini dibatalkan.
Ayat 3
Pihak pertama memberi kuasa penuh kepada pihak kedua yang atas kuasanya dengan hak substitusi untuk mengambil kendaraan milik pihak kedua, baik yang berada di tempat pihak pertama atau di tempat pihak lain yang mendapat hak dari padanya
Ayat 4
Pihak kedua berhak meminta bantuan pihak berwajib untuk menarik kembali kendaraan tersebut dan segala biaya pengambilan kendaraan tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab pihak pertama.
Ayat 5
Pihak pertama membebaskan pihak kedua dari tuntutan kerugian dari pihak pertama atas pembatalan perjanjian ini.
PASAL 9
PELANGGARAN DARI PIHAK KEDUA
Ayat 1
Apabila pihak kedua melakukan pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini, maka pihak kedua wajib memberikan atau membayar ganti rugi kepada pihak pertama.
Ayat 2
Besarnya  ganti  rugi  sesuai ayat (1) di atas ditetapkan oleh 2 (dua) orang arbiter yang terdiri dari seorang arbiter yang ditunjuk pihak kedua dan seorang arbiter yang ditunjuk pihak pertama.
PASAL 10
LAIN-LAIN
Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat oleh Kedua belah pihak.
PASAL 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Apabila  terjadi  perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah  untuk  mufakat,  kedua  belah pihak  bersepakat  untuk  menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umumdan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Semarang.
PASAL 12
PENUTUP
Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang pihak kedua dan pihak pertama dan mulai berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.
Semarang, 15 April 2014
                             Pihak Pertama                                                                              Pihak Kedua
Subarjo                                                                            Muhammad Rizal S.Pd

 Contoh surat perjanjian kerja

contoh surat perjanjian kerja
Contoh Surat Perjanjian Pekerjaan
PT. Kencana Surya
Jl. Taman Siswa no. 26 Yogyakarta
Telp. (0274) 7234732 Fax. 926344
===================================================================
SURAT PERJANJIAN KERJA
Nomor: SPK-MB/706/II/2017
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama      : Moh Sunandi S.H
    Jabatan   : Direktur
    Alamat    : Jl. Mangkubumi no.54 Yogyakarta
Dalam hal ini bertindak atas nama direksi PT. Kencana Surya yang berkedudukan di ( …………………………. ) dan selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2. Nama                                    : Junandi S.Kom
    Tempat dan tanggal lahir     : Jakarta, 20 Januari 1988
    Pendidikan terakhir              : S-1 Teknik Informatika
    Jenis kelamin                        : Laki-laki
    Agama                                  : Islam
    Alamat                                  : Jl. Kenari no.104 Sleman Yogyakarta
    No. KTP/SIM                         : 37263542834251
    Telepon                                 : 0853 8234 3473
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri pribadi dan selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Pasal 1
Mulai Bekerja
Para Pihak setuju dan sepakat bahwa Karyawan mulai bekerja pada tanggal 10 Juni 2016
Pasal 2
Posisi dan Tugas
PERUSAHAAN dengan ini menunjuk Karyawan dan Karyawan menerima penunjukkan kerja sebagai Manager Marketing. Karyawan menyatakan kesediaan dan berkewajiban untuk melakukan aktivitas sebagaimana jabatan yang telah ditentukan tersebut.
Pasal 3
Gaji dan Tunjangan
1. Karyawan menerima gaji pokok adalah sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) perbulan.
2. Gaji karyawan dibayarkan selambatnya pada hari kerja terakhir pada bulan yang bersangkutan.
3. Tunjangan karyawan berupa tunjangan tetap maupun tunjangan tidak tetap bagi yang berhak mengacu kepada Peraturan PERUSAHAAN BAB VII PENGGAJIAN.
Pasal 4
Berakhirnya Perjanjian Kerja
1. Para pihak dapat memutuskan Perjanjian ini sewaktu-waktu dengan memberikan pemberitahuan tertulis terlebih dahulu dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum hari pengunduran dirinya. PERUSAHAAN juga dapat mengakhiri perjanjian ini sesuai dengan Peraturan PERUSAHAAN BAB XIII PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA.
2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dikarenakan pelanggaran yang dilakukan PIHAK KEDUA atau karena hal-hal yang merugikan PIHAK PERTAMA, maka PIHAK PERTAMA tidak wajib memberikan pesangon.
Pasal 5
Lain-lain
Ketentuan lainnya yang belum ditentukan dalam Perjanjian Kerja ini mengacu kepada Peraturan PERUSAHAAN.
Pasal 6
Penutup
Demikianlah perjanjian ini dibuat, disetujui, dan ditandatangani oleh Para Pihak, dibuat dalam rangkap dua, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. Satu dipegang oleh PIHAK KEDUA dan lainnya untuk PIHAK PERTAMA.
                                                                                                          Yogyakarta, 09 Juni 2016
                             KARYAWAN                                                                                            DIREKSI
                        Junandi S.Kom                                                                                  Moh Sunandi S.H

Contoh surat perjanjian kerjasama

contoh surat perjanjian kerjasama
Surat Perjanjian Kerjasama

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

Yang bertandatangan dibawah ini,

Nama                                 :  DD Semen

Alamat                               :  Jl. Cijagra 2 No. 22 Bandung

KTP                                     : 3273135364620001

Bertindak atas nama PT. Batako Semen, selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama                                 : AA Batako

Alamat                               :

KTP                                    :

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Pasal 1

BENTUK KERJASAMA

Bahwa PIHAK PERTAMA sebagai perusahaan  Agribisnis yang bergerak dibidang Pertanian dan Tradding hasil pertanian

Bahwa PIHAK KEDUA sebagai investor yang menitipkan modal kerja untuk melaksanakan usaha tsb diatas.

Para PIHAK melakukan pembelian hasil pertanian dari kelompok tani binaan atau sumber kebun lain untuk di suplai/dijual kembali kepada Buyer sesuai pesanan (PO) dan spesifikasi yang diminta.

Pasal 2

JANGKA WAKTU KERJASAMA

Penyertaan modal PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA selama kurun waktu minimal 1 (satu) tahun.

Apabila PARA PIHAK ingin memperpanjang atau memutuskan kerjasama ini, minimal 2 (dua) bulan sebelum berahirnya kontrak memberitahukan secara tertulis tentang hal tersebut diatas.

Pasal 3

BAGI HASIL

Bagi hasil usaha diterima oleh para pihak dalam bentuk uang tunai dari hasil usaha tersebut diatas dan para pihak sepakat bahwa besarnya bagi hasil adalah :

  1. PIHAK PERTAMA   : 40 % (Empat puluh persen)
  2. PIHAK KEDUA         : 60 % (enam puluh persen)

Bagi hasil tersebut dilaksanakan setiap tutup buku kegiatan satu siklus yaitu 37 (tigapuluh tujuh) hari.

Selanjutnya para pihak sepakat untuk membuka rekening bersama di Bank

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

  1. PIHAK PERTAMA
  2. Mengurus kontrak penjualan
  3. Bersama2 dengan PIHAK KEDUA menentukan komoditi yang ditawarkan dari buyer
  4. Membuat perencanaan kebun, pola tanam, kepada kelompok tani dan memberi bimbingan tehnis pelaksanaan kepada tenaga kerja yang terlibat, membuat MOU dengan kelompok tani
  5. Membuat laporan keuangan per transaksi kepada PIHAK KEDUA
  6. Bertanggung Jawab atas pengembalian modal dan keuntungan kepada PIHAK KEDUA sesuai pasal 2 dan pasal 3
  7. Berhak atas keuntngan usaha sesuai dengan pasal 3.
  8. PIHAK KEDUA
  9. Menyediakan modal kerja sebesar Rp. 200.000.000. (dua ratus Juta Rupiah)
  10. Bersama2 dengan pihak pertama memantau perkembangan usaha dan mengambil keputusan bersama.

Pasal 5

BERAHIRNYA PERJANJIAN

Perjanjian Kerjasama ini berahir apabila salah satu pihak memutuskan untuk tidak memperpanjang kerjasama lagi.

Apabila salah satu pihak atau para pihak meninggal dunia dalam kelangsungan kerjasama ini, maka hak para pihak diteruskan kepada ahli waris atau orang yang ditunjuk oleh para pihak.

Pasal 6

RESIKO USAHA

Apabila terjadi kondisi teknis yang tidak sesuai di lapangan, PIHAK PERTAMA akan menanggulangi kondisi tersebut dengan mendiskusikan dengan PIHAK PERTAMA.

Perjanjian ini dibuat2 (dua) rangkap untuk ditandatangani diatas materai oleh para pihak.

Bandung, Maret 2016

PIHAK PERTAMA                                                                                                              PIHAK KEDUA

 

 

DD Semen                                                                                                                             AA Batako

 

Baca juga : Panduan lengkap cara memilih laptop yang berkualitas

Contoh perjanjian hutang piutang

contoh surat perjanjian hutang
Surat Perjanjian Hutang
SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG
*****
Pada hari ini Jum’at, 17 Maret 2016 kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian Utang Piutang yaitu:
1. Nama         : Muhammad Syaifullah
    Umur         : 35 Tahun
    Pekerjaan  : Wiraswasta
    Alamat      : Jl. Kenanga no.64 Malang
Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2. Nama         : Ridwan Dwi Wirawan
    Umur         : 37 Tahun
    Pekerjaan  : PNS
    Alamat      : Jl.Simanjuntak no.63 Malang
Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yakni …………., yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama 6 (Enam) bulan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila nantinya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Jakarta pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.
Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.
Malang, 17 Maret 2016
Pihak Pertama                                                                                          Pihak Kedua
Muhammad Syaifullah                                                                                Ridwan Dwi Wirawan
Sanksi
Sanksi I                                                                                                         Sanksi II
Bayu Santoso                                                                                               Baharudin Faqih
Nah itulah tadi beberapa penjelasan tentang surat perjanjian beserta contohnya dengan lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. 😉

Leave a Comment

%d bloggers like this: