Cara membuat NPWP Pribadi dan Syarat yang Harus Dibutuhkan [Lengkap]

Syarat dan Cara Membuat NPWP – Untuk melaksanakan administrasi perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai sarana administrasi sekaligus sebagai tanda pengenal atau identitas wajib pajak. Setiap Wajib Pajak akan diberikan NPWP ketika melakukan pendaftaran, sehingga seluruh administrasi perpajakan yang terkait dengan Wajib Pajak tersebut akan menggunakan NPWP yang dimaksud. Nah…ada beberapa cara membuat NPWP yang harus anda ketahui. Selain itu ada juga beberapa syarat membuat NPWP yang harus anda siapkan pula. Agar lebih jelasnya lagi kali ini kita akan bahas lebih jelas lagi tentang NPWP.

pajak online

Apa itu NPWP dan Wajib Pajak ?

Dalam perpajakan, khususnya pada NPWP, ada beberapa hal yang harus kalian ketahui, diantaranya:

  • Wajib Pajak (WP), yaitu orang pribadi atau badan yang meliputi pembayaran pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak yang memiliki hak dan kewajiban dalam perpajakan yang telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan pada pajak.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yaitu sebuah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi yang akan digunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak ketika melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

Manfaat Memiliki NPWP

Dengan memiliki NPWP, kita akan dimudahkan dalam berbagai hal terutama pada administrasi perpajakan. Adapun manfaat dari memiliki NPWP ini adalah sebagai berikut:

Kemudahan dalam Mengurus Administrasi

Contoh:

  • Pengajuan kredit Bank.
  • Pembuatan rekening koran di Bank.
  • Pengajuan SIUP/TDP.
  • Pembayaran pajak final, seperti: PPh Final, PPN, BPHTB dan lainnya.
  • Pembuatan paspor.
  • Mengikuti lelang di instansi pemerintah seperti: BUMN dan BUMD.

Kemudahan Pelayanan Perpajakan

Misalnya:

  • Pengambilan pajak.
  • Pengurangan pembayaran pajak.
  • penyetoran dan pelaporan pajak.

Penghapusan NPWP

Ternyata NPWP juga bisa dihapuskan apabila Wajib Pajak sudah tidak lagi mematuhi persyaratan subjektif dan objektif yang telah sesuai dengan beberapa ketentuan peraturan perundang-undangan dalam perpajakan. Sebagai contohnya, misalkan ada Wajib Pajak yang meninggal dunia dan tidak meninggalkan harta warisan atau juga bisa meninggalkan warisan tetapi sudah terbagi habis kepada ahli warisnya.

Contoh lain adalah apabila Wajib Pajak tidak lagi memperoleh penghasilan atau jika mendapatkan penghasilan tetapi berada di bawah PTKP.

Sanksi Tidak Memiliki NPWP

Apabila ada seseorang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP, maka atas perbuatannya tersebut akan menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. Selain itu orang tersebut akan mendapatkan hukuman dipenjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama selama 6 (enam) tahun serta akan dikenakan denda paling sedikit 2 (dua) atau paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Syarat seseorang dinyatakan sebagai Wajib Pajak (WP) yaitu apabila ia telah memiliki penghasilan yang melebihi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dalam setahun. Hal tersebut berlaku bagi semua orang, baik yang sudah berkeluarga maupun belum. Akan tetapi, bagi wanita kawin yang tidak melakukan perjanjian pisah harta dan pisah penghasilan dengan suaminya, maka tidak akan wajib untuk memiliki NPWP.

Sebagai contoh adalah pada batas maksimal PTKP untuk perseorangan di Indonesia yaitu sebesar Rp.15.840.000 per tahun atau Rp.1.320.000 per bulan. Dengan demikian, jika anda memiliki penghasilan yang telah melebihi PTKP tersebut, maka anda harus mematuhi syarat sebagai Wajib Pajak dengan memiliki NPWP.

Adapun untuk membuat NPWP tersebut, ada beberapa berkas atau dokumen yang wajib dipersiapkan, yaitu:

Wajib Pajak (WP) Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas

Ada beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan, diantaranya:

  • Fotokopi KTP (Bagi Warga Negara Indonesia atau WNI)
  • Fotokopi paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi warga negara asing atau WNA.

Wajib Pajak (WP) Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas

Adapun berkas atau dokumen yang wajib dipersiapkan yaitu:

  • Fotokopi KTP (Bagi Warga Negara Indonesia atau WNI)
  • Fotokopi paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi warga negara asing atau WNA.
  • Fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang telah diterbitkan oleh instansi berwenang dan juga bisa surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) minimal setingkat Lurah (Kepala Daerah) atau lembar tagihan listrik/bukti pembayaran listrik.
  • Surat pernyataan diatas harus ada tanda tangan diatas materai sebagai bukti bahwa WP benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.

Wajib Pajak (WP) Pribadi untuk wanita kawin yang ingin hak dan kewajiban perpajakannya terpisah

Syarat yang harus dipenuhi antara lain:

  • Fotokopi kartu NPWP suami.
  • Fotokopi Kartu Keluarga.
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan menghendaki hak dan kewajiban terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan dari suami.

Itulah tadi beberapa syarat penting untuk mendapatkan NPWP. Nah…langkah selanjutnya adalah mendaftar untuk pembuatan NPWP Pribadi. Adapun tata caranya akan kita bahas pada bab selanjutnya.

Baca juga : Cara Memilih Laptop yang Bagus dan Berkualitas

Cara Membuat NPWP Pribadi

cara membuat npwp pribadi
Contoh Kartu NPWP

Cara mendaftar dan membuat NPWP untuk sekarang ini sudah sangat mudah. Kini Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) telah menyediakan 2 cara untuk mendaftar, yaitu dengan cara online dan offline. Nah..bagi anda yang belum tahu tentang bagaimana mendaftar dengan cara online maupun offline, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:

Cara Membuat NPWP Pribadi dengan Online

cara membuat npwp online
Form Pendaftaran NPWP Online

Untuk mempermudah Wajib Pajak dalam pembuatan NPWP, kini Dirjen Pajak telah menyediakan pendaftaran dengan cara melalui internet atau biasanya dikenal dengan e-Registration (E-REG-DJP).

Adapun langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk mendaftar dan membuat NPWP Pribadi dengan cara online adalah sebagai berikut:

  1. Kunjungi situs Dirjen Pajak di www.pajak.go.id atau bisa juga klik ereg.pajak.go.id untuk langsung mengakses halaman pendaftaran NPWP online disitus Dirjen Pajak. Kemudian di laman Dirjen pajak tersebut, pilihlah menu sistem e-Registration untuk mendaftar.
  2. Isilah form pendaftaran  pengguna dengan benar seperti: nama, alamat email, password dan lainnya.
  3. Lakukan Aktivasi Akun. Adapun cara untuk mengaktivasi akun anda yaitu dengan membuka kotak masuk (inbox) pada email yang anda gunakan untuk mendaftar tadi dan kemudian buka email yang masuk dari Dirjen Pajak. Ikutilah petunjuk yang ada didalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.
  4. Isi Formulir Pendaftaran. Setelah berhasil melakukan aktivasi, selanjutnya anda harus login ke sistem e-Registraton dengan memasukan email dan password akun yang telah anda buat tadi atau anda juga bisa mengklik  tautan yang terdapat di dalam email pada aktivasi kedua dari Dirjen Pajak. Setelah berhasil login, anda akan dibawa menuju halaman Registrasi Data WP untuk memulai proses pembuatan NPWP. Kemudian silahkan anda isi semua data dengan benar pada formulir yang telah tersedia. Ikutilah semua tahapannya dengan teliti. Apabila data yang anda masukan benar, maka akan muncul surat keterangan terdaftar sementara.
  5. Kirim Formulir Pendaftaran. Setelah semua data pada formulir pendaftaran terisi dengan lengkap dan benar, kemudian klik tombol Daftar  untuk mengirim formulir pendaftaran Wajib Pajak secara elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
  6. Cetak (Print)
    Selanjutnya, Anda harus mencetak dokumen seperti yang tampak pada layar komputer, yaitu:

    • Formulir Registrasi Wajib Pajak
    • Surat Keterangan Terdaftar Sementara
  7. Menandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak dan melengkapi dokumen. Setelah Formulir Registrasi Wajib Pajak dicetak, silakan ditandatangani dan kemudian satukan dengan berkas kelengkapan yang telah Anda siapkan.
  8. Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak ke KPP. Setelah berkas kelengkapannya siap, Anda harus mengirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak, Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang telah ditandatangani beserta dokumen lainnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda sebagai Wajib Pajak terdaftar. Berkas tersebut juga dapat diserahkan langsung ke KPP atau melalui Pos Tercatat. Pengiriman dokumen ini harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim secara elektronik.
  9. Jika Anda tidak ingin repot-repot menyerahkan atau mengirimkan berkas secara langsung melalui pos ke KPP, Anda dapat memindai (scan) dokumen tersebut dan mengunggahnya dalam bentuk softfile melalui aplikasi e-Registration tadi.
  10. Cek status dan tunggu kiriman kartu NPWP. Setelah berhasil mengirimkan berkas dokumen, Anda dapat memeriksa status pendaftaran NPWP Anda melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e-Registration. Apabila statusnya ditolak, Anda harus memperbaiki beberapa data yang kurang lengkap. Namun, jika statusnya disetujui, kartu NPWP Anda akan segera dikirim ke alamat Anda melalui Pos Tercatat.

Cara Membuat NPWP Pribadi dengan Offline

daftar npwp online
Contoh Formulir Pendaftaran NPWP

Pendaftaran NPWP secara langsung atau offline yaitu anda bisa mendatangi langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Akan tetapi dengan cara ini anda harus membawa beberapa dokumen penting sebagai syarat untuk mendaftar. Terdapat dua metode pendaftaran secara offline ini, yaitu:

Mendatangi Kantor Pajak (KPP)

Pada cara ini anda bisa langsung datang ke KPP terdekat dari tempat tinggal dengan membawa beberapa berkas persyaratan yang dibutuhkan. Bagi yang alamat domisilnya berbeda dengan yang tertera di KTP, anda harus mempersiapkan juga surat keterangan tempat tinggal dari kelurahan setempat.

Jika semua berkas telah difotokopi kemudian harus anda lengkapi dengan formulir pendaftaran Wajib Pajak yang telah diisi dengan benar dan lengkap, dan jangan lupa disertai tandatangan. Formulir tersebut bisa anda dapatkan dari petugas pendaftaran di KPP.

Langkah selanjutnya adalah menyerahkan berkas tersebut kepada petugas pendaftaran. Anda akan mendapatkan tanda terima pendaftaran Wajib Pajak yang menunjukan bahwa telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan NPWP.

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat NPWP tersebut tidak terlalu lama, mungkin hanya satu hari kerja saja dan tidak akan dikenakan biaya atau gratis. Kartu NPWP yang sudah jadi akan dikirim ke alamat anda melalui pos.

npwp online
Langkah Membuat NPWP
Melalui Jasa Pos atau Ekspedisi

Cara ini merupakan yang paling mudah membuat NPWP secara offline. Langkah ini bisa anda lakukan lokasi KPP terlalu jauh dari tempat tinggal anda. Yang harus anda lakukan yaitu hanya perlu datang ke kantor pos atau jasa ekspedisi yang terdekat. Disana anda hanya tinggal mengisi formulir pendaftaran sekaligus bisa langsung mengirimkannya dengan melampirkan dokumen atau berkas yang diperlukan sebagai syarat.

Nah…dengan adanya berbagai pilihan dalam membuat NPWP Pribadi tersebut, tidak ada alasan lagi bagi anda untuk tidak memilikinya. Jadi tunggu apa lagi ? Segera praktikkan dan semoga berhasil. 😉

Leave a Comment

%d bloggers like this: